Komite Warga Sentul City

SK MenkumHAM : AHU-0064131.AH.01.07 TAHUN 2016

Sep02

DEMO BERTOPENG KWSC

Setelah dipersiapkan selama 1 minggu, akhirnya demo warga yang di fasilitasi oleh KWSC dilaksanakan dengan sukses. Demo dilakukan dengan topeng yang menggambarkan dugaan adanya keberpihakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dengan pengembang dalam menentukan kebijakan umum yang pada akhirnya merugikan seluruh warga di Sentul City.

Demo dimulai dengan penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah Kabupaten yang difasilitasi oleh asisten Sekretaris Daerah dan dihadiri juga oleh beberapa SKPD terkait guna membahas permasalahan di Sentul City yang tidak mendapat perhatian oleh pemerintah daerah untuk diselesaikan. 3 permasalahan (SPAM, Pengangkutan Sampah dan Serah Terima PSU) adalah permasalahan yang menjadi perhatian yang membutuhkan ketegasan Pemerintah Daerah untuk di selesaikan dengan sebaik-baiknya agar tidak merugikan semua pihak.

Tuntutan yang disampaikan oleh KWSC kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor adalah agar :

  1. Pemerintah Kabupaten Bogor dan PDAM jangan kalah oleh PT Sentul City dan PT SGC.
  2. Pemerintah Kabupaten Bogor segera meminta dan menyelesaikan seluruh proses serah terima pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas lainnya (PSU) di kawasan Sentul City, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku (Permendagri 9/2009 dan Peraturan Daerah Kabupaten  Bogor no 7 Tahun 2012).
  3. Dinas LIngkungan Hidup Kabupaten Bogor segera ambil alih pengelolaan sampah di lingkungan Sentul City dan membuka sarana Tempat Pembuangan Sementara (TPS) 3R yang sudah ada untuk di manfaatkan oleh warga Sentul City tanpa dikaitkan dengan BPPL, sebelum tersedianya tempat pembuangan sampah sementara umum yang menjadi bagian dari Sarana yang harus diserah terimakan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor mempertimbangkan Putusan Mahkamah Agung No. 3415 K/Pdt/2018 yang sudah berkekuatan hukum tetap, sebagai dasar untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan warga Sentul City.
  5. Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor melindungi warga dari perlakuan sewenang-wenang yang dilakukan PT Sentul City dan PT SGC.
  6. PDAM Tirta Kahuripan segera memasang kembali saluran air warga yang telah diputus oleh PT SGC yang dapat didaftarkan sebagai pelanggan baru PDAM Tirta Kahuripan.
  7. PDAM Tirta Kahuripan segera mengambil alih SPAM di wilayah Sentul City secara penuh.
  8. PDAM Tirta Kahuripan segera membatalkan kontrak jual beli air curah antara PDAM dan PT Sentul City karena bertentangan dengan hukum.
  9. PDAM Tirta Kahuripan segera melakukan pendataan pelanggan baru bagi warga di lingkungan Sentul City.

Tuntutan ini disampaiakan dalam bentuk petisi, dilampirkan dengan keputusan Mahkamah Agung berkaitan dengan BPPL yang dapat digunakan sebagai referensi bagi Pemerintah Daerah dalam proses menyusun kebijakan-kebijakannya.

Pemerintah Daerah telah setuju untuk melakukan evaluasi atas keputusan2 yang selama ini daiambil yang melibatkan pengembang dengan warga Sentul City yang selama ini tidak melibatkan warga yang terdampak oleh keputusan-keputusan tersebut.

Setelah selesai menyampaikan tuntutan KWSC di Pemerintah Daerah, dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

PDAM Tirta Kahuripan Kahuripan Bogor menerima perwakilan KWSC , diwakili oleh seluruh direksinya dan masing-masing kepala Unit dan di wakili oleh kuasa hukumnya yang ditunjuk.

Diskusi dimulai dengan adalnya laporan warga yang telah dicabut meter airnya walaupun telah membayar air secara teratur. Penyelesaian pemutusan air ini menjadi masalah besar karena secar juridis pemegang Izin Pengelolaan Air (SPAM) adalah PDAM Bogor berlaku setelah Bupati Bogor Membatalkan Izin SPAM yang pernah diterbitkan kepada PT. Sentul City Tbk dan Menunjuk PDAM Tirta Kahuripan sebagai pemegang SPAM di Sentul City. Pencabutan Izin dan Pengalihan SPAM telah resmi diterbitkan oleh Bupati Bogor pada Tanggal 31 Juli 2019, setelah melalui proses persidangan yang lama.

KWSC menyampaikan Tuntutan kepada PDM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor agar :

  1. PDAM Tirta Kahuripan jangan kalah oleh PT Sentul City dan PT SGC.
  2. PDAM Tirta Kahuripan melindungi konsumennya dari perlakuan sewenang-wenang yang dilakukan PT Sentul City dan PT SGC.
  3. PDAM Tirta Kahuripan segera memasang kembali saluran air warga yang telah diputus oleh PT SGC yang dapat didaftarkan sebagai pelanggan baru PDAM Tirta Kahuripan.
  4. PDAM Tirta Kahuripan segera mengambil alih SPAM di wilayah Sentul City secara penuh.
  5. PDAM Tirta Kahuripan segera membatalkan kontrak jual beli air curah antara PDAM dan PT Sentul City karena bertentangan dengan hukum.
  6. PDAM Tirta Kahuripan segera melakukan pendataan pelanggan baru bagi warga di lingkungan Sentul City.
  7. PDAM Tirta Kahuripan segera melakukan penagihan air secara tersendiri.

Kembali penyampaian tuntutan telah diterima dengan baik dengan janji bahwa PDAM Tirta Kahuripan akan menundak lanjuti permasalahan ini dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Unjuk rasa hari ini diakhiri dengan pembuangan sampah di kantor Dinas Lingkungan Kabupaten Bogor secara simbolis yang menggambarkan kekecewaan warga atas pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor yang tidak berpihak pada kepentingan warga.

Tugas kita berikutnya adalah mengawal dan memastikan bahwa seluruh tutututan kita dapat dipenuhi oleh seluruh pihak terkait. Disampaikan juga bahwa kita akan tetap melakukan upaya-upaya hukum jika diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *